...,*****Aiman Fikri adalah salah seorang pengajar IQRA' dan al Qur'an di pondok kami sama dengan saya, namun dia berada di bagian pemberi rasa aman anak yatim, dan ketua yayasan anak yatim di pondok kami, beliau bernama al Ustadz Muhshonul Huda.
,,,,,,,,,,,***Seminggu yang lalu, Ustadz Muhshonul Huda sedang mengisi pengajian di salah satu stasiun televisi yaitu NET TV, ada seorang suami istri yang kebetulan juga bertugas meliput beliau, (nama belum boleh di sebutkan). kedua orang tua ini sangat tersentuh hatinya dengan ceramah untadz Muhshon, sehingga mereka berdua sangat seksama dalam mendengarka tausyiah beliau, bahkan tak sepatah katapun di ucapkan selain memegang kameranya,/...
,,,,**Setelah selesai, mereka berdua bersepakat untk bertemu bertemu dengan sang ustadz. singkat cerita Aiman, pertemuan berlangsung dan ternyata sepasang suami istri ini ingin menjadikan dua putra "KEMBARNYA" yang bernama DIKA dan RIZQI.. sebagai murid pertama, akan tetapi sang ustadz menjawab "saya mempunyai murid banyak bu,, pak,..." sang ibu langsung menyahut,,," ooh,, malah alhamdulillah pak ustadz, maaf ustadz, kalo boleh tau ustadz ngajar dimana yaa,?.. "di pondok pesantren asshiddiqiyah buu.." jawab ustadz dengan lemah lemut.
....*****kemudian dengan obrolan itulah sang orang tua langsung mengantarkan anak kembarnya ke pon-pes asshiddiqiyah jakarta, setelah sampai di pesantren,,,,,,, dan di sambut hangat oleh ustadz Muhshon yang sedang menunggunya pula, suai istripun langsung di bawa kekantor untu beristirahat dan sedikit cerita pengalaman tentang anak kembar si suami istri tersebut....
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,***********Tak di sangka,,,,,,bocah kembar nan lugu tersebut berkata dan menjawab setiap pertanyaan yang di tanyakan oleh sang ustadz..
ustadz:.."namanya siapa dek,," dan anakpun menjawab.."saya rizqi dan saudara kembar saya ini dika pak ustadz,,, dengan wajah yang masih malu dan senang...
ternyata anak kembar ini adalah anak yang termasuk golongan orang yang kaya/mampu dalam segi financial,, namun anehnya anak kembar ini tak mau sama sekali bersekolah di FORMAL atau di NEGRI dan SWASTA sekalipun,, bahkan usia mereka sudah masuk sekitar umuran anak kelas 3 SMP ,,ATAU KELAS 1 ALIYAH/SMA...
ketika ditanya,, adek berdua sudah bisa shalat,,,,?
,,, dengan lugu dan jujur menjawab,,,",,mmm,, dulu sih sudah ustadz, tapi sekarang agak lupa, dan bacaanya pun lupa,," sang ustadz pun manaruh iba sekaligus sedih,,,, melihat anak sebesar itu belum bisa shalat,, padahal shalat adalah ibadah yang akan di hisab pertama kali di hari "KIAMAT" kelak,,
...................*****ustadz pun melanjutkan pertanyaanya,,"kalo ngaji..? sudah bisakaaan,, sambil sedikit tertawa memecahkan suasana atau menghidupkan suasana,,," dengan jujur menjawab "belum ustadz,,, sama sekali.." tetntu saja rasa manusiawi sang ustadz seketika mengucapkan istighfar... dalam hati..(lalu apa yang akan mereka katakan kepada Allah kelak, tentang umur yang mereka sia2kan),,,
...*****urut punya urut ternyata sang anak pernah akan dimasukan kesekolah negri faforit,, namun sang anak tidak betah dan meminta keluar,, dan itu sudah berulang kalai sang ayah coba,, namun gagal total,, sang anak terus berontak, namun anehnya dian malah meminta belajar mengaji dan belajar shalat dengan para anak yatim di pondok kami,, dan seminggu langsung betah total.,, dan sampai sekarang dia masih aktif belajar,,,,
..*****di sela2 keheningan,, sang ibu bercerita sepintas tentang apa yang dia lakukan kepada anaknya serta apa yang dia berikan kepada anaknya,, sang ibu bilang,,,sambil mulai meneteskan airmata,, sang anak pun hanya tertunduk diam,, dan suasana pun semakin hening,,"begini ustadz, sebenarnya kamilah yang salah, kami kurang memperhatikan anak kami ini, kurang kasih sayang, karena kami jujur, juga kurang dalam masalah agama, kami mengedepankan kerja dari pada agama untuk anak,,, kami mengejar uang dari jam 3 pagi dikala anak masih terlelap tidur dan pulang setelah pukul kurang lebih jam 12 sampai jam 1 malam,, dan anak sedah tidur,, tolong bantu kami ustadz,, kami tidak mau di cap sebagai orang tua yang menyia2kan anak oleh Allah.. selama ini kami membiarkan anak kami main,, kami hanya memberikan apa yang dia minta,, HP, IPAD,, dan lain2 sebgainya yang penting dia senang, namun jawaban anak saya tadi sangat membuat saya sedih,, dan malu,, karena kami juga kurang dalam hal agama,, meskipun jujur ,, untuk uang kami tak kekurangan,, namun hati kami menangis,, merintih, menjerit, meminta tolong,, akan tetapi seakan kami tak berdaya karena tuntutan pkerjaan,, oleh karena itu kami jarang ngobrol dengan anak kami,, ustadz sekali lagi mohon bantuanya dari ustadz,,, agar saya tidak sengsara di akhirat nanti....."
sang ustadz pun tak kuasa menahan tetesan air mata,,, denga air mata yang menetes sang ustadz menjawab,,"Insya Allah bu.. saya akan berusaha sekuat mungkin,, akan tetapi saya mohon ikhlashnya untuk mendidik anak ibu, dan doa ibu jangan lupa agar anak ibu menjadi lebiah baik, agar ibu dan bapak mendapat hujjah di hadapan Allah kelak,,,,
obrolan pun deal,, dengan memasukan dua anaknya ke bagian aytam/jamak dari yatim. ada yang lucu,, dari anak itu,, yaitu ketika di bangunkan jam 3 pagi oleh Aiman Fikri untuk shalat tahajjud,, dan itu adalah kewajiban bagi santri pondok asshiddiqiyah, sang anak bertanya,, "ada acara ya ustadz kok malam2 begini,,,**** sontak Aiman Fikri tak kuat menahan ketawa,, namun ketawa yang menyegarkan,, "bukan ada acara sayaang,, akan tetapi shalat tahajjud,, dan ini wajib bagi,, semua santri dan dewan ustadz,,, atau asatidz,, naah...,,sekarang ayoo, bangu sama-sama dan kemesjid sama2,, ternya anak itu tidak kaget yang berlebihan,, akan tetapi justru senang rame2 malam2 shalat bersama,, akan tetapi dia masih shalat di belakan,, sembari melihat gerakan shalat, yang selama ini hampir hilanh dari ingatan dan hati lupa,,,
____*****NEXT....*****____
hehehe karena si anak masih belajar sampai sekarang jadi saya akan terus memantau perkembangan anak tersebut sembari kelucuan2 apa yang terjadi, sekaligus pelajarn dan renungan buat kita,, uang memang penting,, bahkan sangat penting,, akan tetapi yang paling penting adalah iman dan masuknya aqidah dalam agama, dan agama dalam aqidah,, buktinya tak punya uang banyak, ada iman..!! HIDUP ,, ga terasa berat karena percaya Allah saja memberi binatang makan, masa kecptaa-NYa yang paling sempurba tidak,, namun berbalik dengan orang yang punya uang banyak banyak dari mereka malah kurang tenang dalam hati,, rasa tenang terasa hambar,, tidak karuan,, seperti ada yang mengejar dan membahayakan jiwanya, tapi tak tau siapa dan apa yang mengejar.......
NB: *****,,,SALAM SEMANGAT,,,,*****
____________________________"SEMOGA BERMANFAAT"_____________________________
by: MUSLI HEBAT..."********** menjadikan yang biasa menjadi luar biasaaa.....*******!!!
No comments:
Post a Comment