Thursday, 19 November 2015

assalamu'alaikum.. wr.wb.
allahumma shalli 'ala sayyidina wamaulana wasyafi'ina Muhammadin wa'ala alihi washahbihi wasallam.........

kawan-kawan tholabul 'ilmi yang saya muliakan,, kali ini saya akan berbagi ilmu, atau untuk memanage,, perjalanan kita dan menumbuhkan semangat dalam menuntut ilmu. yang akan saya beri judul "MENJADI MANUSIA SEPER"... selamat membaca... dan menambah perbendaharaan ilmu di otak kita,,,

Menjadi manusia yang sempurna memang tidak mungkin. tapi untuk menjadi manusia yang mmampu menjadi rujukan manusia di zamanya dan setelahnya tidaklah mustahil. bukan untuk "keren-kerenan", akan tetapi demi meraih nilai plus di sisi Allah SWT. karena orang yang menjadi pelopor, rujukan, dan penyeru dalam kebaikan, akan mendapatkan kabaikanya sendiri, juga pahala setiap orang yang mengikutinya. ililah di antara sebab mengapa para sahabat mengungguli kita, Nabi SAW. bersabda:
 "Demi yang jiwa Muhammad ada di tangan-NYA, seandainya salah seorang diantara kalian menginfakan emas segunung uhud, niscaya belum bisa menyamai satu mud amal (sedekah) mereka, bahkan separuhnya." 

mengapa demikian? Ibnu Daqiq al-'Ied menyebitkan, salah satu sebabnya karena mereka memiliki ilmu yang bermanfaat. ketika seeorang di kolong langit ini melakukan kebaikan, ada sahabat Nabi SAW. yang tetap mendapatkan pahalanya, bahkan berlaku sampai hari kiamat, karena sahabatlah yang meriwayatkan hadits dan menunjukan kepada orang-orang setelahnya tentang tata cara shalat Nabi SAW. cara zakat, haji, dan amal kebaikan lain.

Duhai alangkah cerdasnya Imam Syafi'i yang berkata: "aku ingin orang-orang mengambil ilmu dariku, tanpa menisbatkan ilmu itu dariku,,"  satu sisi belau ingin mendapatkan sebanyak mungkin orang yang bisa berpartisipasi menambah pahalanya, satu sisi beliau tidak menginginkan ketenaran.


No comments:

Post a Comment