,,,******,,ORANG YANG KERDIL JIWANYA, RENDAH CITA2NYA, TAK AKAN TERGUGAH UNTUK MELAKUKAN KARYA NYATA WALAUPUN SERIBU NASEHAT TERTUJU PADANYA, NAMUN BAGI PEMILIK JIWA YANG BESAR, CITA2 YANG BESAR, SEDIKIT SENTUHAN SUDAH CUKUP UNTUK MENGOBARKAN SEMANGAT, TERTANTANG MENCOBA MEMBUAHKAN KARYA YANG BESAR,,,,****
suatu pagi yang cerah, di dekat rukun yamani, duduklah empat remaja yang tampan rupawan, berasal dari keluarga yang mulia, Abdullah Bin Zubair, Mush'ab bin Zubair, uRwah bin Zubeir dan Abdullah bin Marwan.
"MEREKA SALING MENGUNGKAPKAN OBSESINYA,,,,"
Abdullah bin Zubair ankat bicara, "cita2ku adalah menguasai seluruh Hijaz, dan menjadi khalifahnya," saudaranya Mush'ab menyusul, .." keinginanku adalah menguasai dua wilayah Irak dan tak ada yangn merongrong kekuasaanku." adapun Abdul Malik bin Marwan berkata, "bila kalian merasa puas dengan hal itu, maka aku tidak akan puas sebelum aku menguasai dunia, dan menjadi khalifah setelah Mu'awiyah bin Abu Sufyan."
,,,,,,,,,,,,,***sementara itu Urwah diam seribu bahasa, lalu semua mendekatinya dan berkata, "bagaimana denganmu, apa cita2mu wahai Urwah..?
beliau pun berkata,," semoga Allah memberkahi cita2 kalian dalam urusan dunia, aku ingin menjadi orang yang alim yang mau beramal, hingga orang2 akan belajar dan mengambil ilmu dari katab Rabbnya,, sunnah Nabinnya, dan hukum2agama dariku, lalu aku berhasil di akhirat dan memsuki jannah dengan ridha Allah SWT."
,,,,,,,,****hari2 berganti serasa cepat, pada giliranya, Abdullah bin Zubair menjadi penguasa atas Hijaz, mesir yaman, dan khurasan serta irak, dan terbunuh di ka'bah, tak jau dari tempat mengungkapkan cita2nya dulu,,,**.,,Muh'ab bin Zubair menguasai irak sepeninggal saudaranya Abdullah, dan akhirnya terbunuhu karena mempertahankan daerah kekuasaanya,,,
........**adapun Abdul Malik bin Marwan, akhirnya menjadi khalifah atas sepeninggal ayahnya dan bersatulah suara kaum muslimin, dia menjadi raja dunia terbesar di masanya. (Shuwaru min hayaatit taabi'in, Ra'fat Basya)
,,,,,,,,****begitupun dengan Urwah bin Zubeir, beliau menjadi ulama yang menjadi panutan di zamanya. Ibnu Sa'ad dalam Thabaqat kedua dari penduduk Madinah menyebutkan.."Urwah adalah orang yang tsiqah, banyak meriwayatkan Hadits, faqih, alim, tsabit dan bisa dipercaya.." (Kitab at-Tadzhib). Bahkan tidak sedikit dari kalangan Shahabat Nabi SAW. yang bertanya kepada beliau tentang ilmu, meskipun beliau seorang tabi'in...
,,,***REALITA, TAK JAUH DARI CITA-CITA,,***
,,,,,,,***kisah keempat remaja diatas itu membuka mata kita, bahwa apa yang di dapatkan seseorang itu tidak jauh dari obsesinya atau apa yang menjadi obsesinya. karena obsesi dan cita2 menggerakan pemiliknya menuju tujuan, fokus pikiran, tenaga dan potensinya yang dimuliki akan tercurahkan untuk meraih apa yang menjadi impianya,,,
.,,,,,,,,*****karena itu, jangan tanggung2 untuk menentukan cita2, jangan merendahkan diri dalam menetapka target dan tujuan, cita2 yang biasa2 saja, maka akan menghasilkan karya yang biasa pula, padahal Allah menukai yang Tinggi2..
,,,,,,,,,"Sesungguhnya Allah menyukai urusan yang tinggi2 dan Allah tidak menyukai hal2 yang rendah.." (HR: Thabrani)
dan banyak dalil, Allah dan RasulNYa,, telah memotivasi kita agar optimis dalam cita2, jiwa yang muliapun tidak akan ridha dengan hal2 yang biasa saja. perhatikanlah doa orang yang dipuji oleh Allah,,
.."Dan orang2 berkata .."Wahai Rabb kami anugerahkan lah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertaqwa..." (QS: al Furqon: 74)
kedudukan muttaqin memang sudah istimewa, akan tetapi doa yang dipanjatlan bukan saja menjadi muttaqin, akan tetapi menjadi imam nya muttaqin, ini merupakan optimisme yang tinggi. himmah dan semangat yang luar biasa untuk meraih derajat yang agung.
"jika engkau memohon jannah maka mohonlah jannah Firdaus yaitu jannah yang paling tinggi kedudukanya, yaitu yang paling tengah dan paling tinggi, diatasnya adala arsy ar-Rahman dan darinya pula sungai2 jannah mengalir ,,''(HR:Bukhari)
,,,,,,*******Sungguh beruntuk orang2 yang masuk jannah, tak ada sedikitpun yang membuatnya susah ataupun menderita, meskipin jannah yang paling bawah sekalipun, tapi ternyata Nabi menghasung kita untuk memohon jannah yang paling tinggi yaitu firdaus, karena permohonan adalah dorongan bagi pemilik cita2 untuk mencurahkan segala kemapuanya dan potensinya dalam meraih derajat yang mulia.
*****,,SEHEBAT APAKAH CITA-CITAMU.........?
,,,,Sekarang, kita lihat seberapa hebat cita2 kita, mumpung masih ada waktu untuk merevisinya. masih ada waktu untuk menata ulang dan usaha, Imam Ibnu al-Jauzi, sejak kecil memiliki obsesi tinggi di bidang ilmu, hal it mendorongnya untuk melakkan hal yang jarang di lakukan orang, dan ternyata benar aja, apa yang dimiliki Al Jauzi sulit di capai oleh orang2 sezamanya. "beliau mengatakan.."saya merasakan nikmatnya mencari ilmu, hingga pahitnya perjuangan bagiku lebih manis dari madu. karena saya sangat semangat mencari ilmu, sewaktu kecil saya membawa roti kering, sewaktu saya beristirahat di pinggir sungai, saya hampir tak bisa memakan roti itu karena saking kerasnya, saya rendam dahulu dalam air kemudian bari saya makan, dan setiap telanan roti saya sambung dengan minum air,,,,, hal itu tak berasa apa2 bagiku, karena di banak saya adalah lezatnya mendapatkan ilmu.
.....Adapun beliau pernah memotivasi putranya denganberkata..:"Dengan jariku ini aku pernah menulis 2000 jilid buku, 100,000 orang bertaubat, dan ada 20,000 orang masuk islam, sebab dakwahku.........
salam semangat brooo....
wallahu A'lam,,,,,
NB" ,,,,,,,,,,*****mengubah yang biasa menjadi luar biasa*****,,,,,
by: Muslim Hebat.
No comments:
Post a Comment